Monthly Archives: August 2016

Screenshot_1

Potret Perempuan Perkasa, Penari di Keraton Yogyakarta (3)

Di Keraton Yogyakarta, kalau beruntung anda bisa menyaksikan latihan menari atau “gladi beksan” di Bangsal Kesatryan , letaknya di sisi timur dalam kompleks Keraton Yogyakarta. Di tempat tersebut berkumpul para penari laki2 dan perempuan baik tua maupun muda berlatih bersama. Anda akan temukan atmosfer yg berbeda dimana semua orang berpakain tradisional berada di sebuah bangunan bersejarah berusia ratusan tahun, seakan-akan anda dilempar ke tahun 1800-an oleh mesin waktu.

Kalau diperhatikan seksama, kita akan sadar bahwa latihan menari bukan hal mudah dan ringan. Penari laki2 bertelanjang dada tampak besimbah peluh, olah fisik dan pikiran tentunya. Penari perempuan berpakaikan tertutup lengkap tampak menyeka peluh selama latihan, walaupun diselingi sendau gurau dan diskusi ringan selama jeda latihan.

Di tengah gempuran budaya POP  yang masif, penari-penari ini menempatkan diri sebagai benteng pelestari budaya tradisional Nusantara, khususnya Jawa.

Screenshot_1

Screenshot_4

Screenshot_3

Screenshot_2

Screenshot_2

Potret Perempuan Perkasa, Pedagang Arang Kayu Pasar Kotagede (2)

Pasar Kotagede

Sesuai namanya, Pasar Kotagede terletak di kawasan Kotagede yg lebih terkenal dengan kerajinan perak dan peninggalan Keraton Kasultanan Yogyakarta. Pasar ini juga kadang disebut dengan nama Pasar Legi Kotagede, kabarnya jaman dahulu sebuah pasar hanya akan ramai pada hari pasaran tertentu, contohya pasar legi hanya ramai di hari pasaran legi, begitu juga pasar kliwon hanya ramai di hari pasaran kliwon. Sebenarnya pedagang di pasar Kotagede ini memang didominasi perempuan tapi ada bagian dari pasar ini yg cukup menarik perhatian saya yaitu pedagang arang kayu. Pada saat saya berkunjung di bagian ini nampak sibuk para perempuan sedang sibuk menimbang dan membungkus arang kayu dalam kantong plastik kecil. Ketika saya meminta ijin untuk memotret salah satu ibu pedagang arang ini , baliau tidak keberatan dan mengatakan sudah sering difoto di sini. (jadi kalau ada foto yg mirip2 ya harap maklum).

Selain pasarnya, suasana kampung Kotagede juga menarik untuk difoto karena khas dengan lorong-lorong kecil dan bangunan kuno dengan arsitektur yang aneh, lain kali saya akan tampilkan di blog ini.

Screenshot_3

Screenshot_1

 

Screenshot_2

Buruh Gendong Pasar

Potret Perempuan Perkasa, Buruh Gendong Pasar Beringharjo (1)

Sebagai penggemar photografi amatiran (dengan kemampuan teknik dan peralatan yang minim) saya merasa beruntung tinggal di Yogyakarta karena banyak obyek-obyek menarik untuk diabadikan yang rasanya tidak ada habisnya untuk diexplore.

Pasar Beringharjo

Salah satu kegemaran saya adalah memotret orang di pasar. Saya memilih pasar-pasar yang tua yang punya sejarah yang panjang seperti Pasar Beringharjo, Pasar Kotagede dan Pasar Ngasem. Sambil mengantar istri belanja di pasar Ngasem atau pasar Beringharjo atau sengaja naik sepeda onthel ke pasar Kotagede sempatkan membawa kamera tua saya (Canon EOS 550D dengan lensa Tokina 11-16mm atau  EF 40mm STM) untuk memotret. Di pasar Beringharjo inilah aktivitas “buruh gendong” menarik perhatian saya. Mereka rata2 kaum perempuan yg berusia mungkin bervariasi antara 45-55 tahun. Jobnya adalah membawa barang dagangan dari loading dock menuju gudang atau kios pedagang, biasanya adalah sayur mayur atau dari kios pedagang menuju kendaraan pembeli. Saya amati para buruh gendong ini bekerja atas perintah pedagang yg membutuhkan jasa mereka, setiap barang yg dibawa akan ditimbang sebelum masuk/keluar gudang, sepertinya mereka dibayar berdasarkan berapa berat barang yg dipindahkan.

InstagramCapture_08c02513-2b4c-42de-a40a-bea9b8b1896f_jpg

InstagramCapture_d21a416f-081a-492d-9490-205cb05232a2_jpg

Buruh Gendong Pasar

(Bersambung..)